Cara Budidaya Jahe Merah Dengan Media Polybag

143 views

Budidaya jahe merah merupakan salah satu primadona budidaya saat ini. Bisnis ini sangat fleksibel karena dapat dijalankan oleh siapa saja. Tak hanya fleksibel namun juga menghasilkan untung yang lumayan. Usaha budidaya jahe sebenarnya sudah dikenal sejak dahulu. Namun untuk Jahe merah baru booming di awal tahun 2014.

Semakin hari permintaan akan jahe merah cukup tinggi. Baik dari lokal sendiri maupun untuk tujuan import. Oleh karenanya kini banyak petani yang mencoba membudidayakan tanaman ini. Walaupun banyak permintaan namun tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang usaha budidaya jahe ini.Pada ahirnya banyak yang merugi, atau panen masal dengan keuntungan sedikit.

Untuk itu saya akan memberikan sedikit tip untuk budidaya jahe merah. Pada perkembanganya ada beberapa teknik penanaman diantaranya pada polybag dan petak tanah. Disini saya akan menjelaskan usaha budidaya jahe dengan polybag. Keuntunganya adalah lebih hemat tempat dan fleksibel. Selain itu dari satu polybag dapat menghasilkan lebih dari 7 kg jahe merah.

Baca Juga : Peluang usaha Budidaya Ayam Kampung Super yang Menguntungkan

Cara Menanam Jahe Merah Dalam Polybag

Tanaman Jahe

Persiapan Bibit
Pembibitan dimulai dari pemilihan rimpang jahe terbaik. Cirinya adalah berasal dari jahe yang sudah tua, berukuran besar dan tidak memiliki cacat atau bagian yang bususk. Kemudian rimpang jahe di jemur di terik matahari secukupnya. Simpan pada ruangan hingga muncul mata tunas.

Penanaman Bibit
Rimpang jahe yang sudah memiliki mata tunas di pindahkan ke media tanam. Potong kecil rimpang jahe, kira – kira tiap potong memiliki 3 mata tunas. Jemur dulu di bawah matahari sehari, besoknya benih ini di masukkan dahulu pada cairan fungisida sekitar 5 menit. Keringkan dan tanam pada media tanam. Media yang digunakan adalah campuran pupuk kompos, dolomit, sekam dan tanah secukupnya. Untuk tempatnya bisa menggunakan karung ataupun polybag. Usahakan memilih karung atau polybag yang panjang, karena pertumbuhan jahe yang keatas. Jadi pada awal lipat karung sampai tinggi kira – kira 25 cm, baru pada saat muncul akar ke permukaan tinggi media ditambah 10 cm secara bertahap. Kuncinya Jangan sampai akar jahe terlihat di permukaan.

Perawatan
Dalam usaha budidaya jahe ini proses maintenance atau perawatan cukup mudah. Pada satu bulan awal sirami jahe pada saat media sudah kering. Jangan sampai telat dalam menyirami, karena berpengaruh pada pertumbuhan akar jahe merah. Biasanya pada umur 2 bulanan akar jahe akan muncul ke permukaan. Disini anda cukup menambahkan kembali tanah diatasnya. Perlakuan ini dilakukan sampai jahe merah mencapai usia panen yaitu pada kisaran 8 bulanan.

Perkiraan Penghasilan dan Pemasaran Jahe Merah

Dengan harga jahe merah 10.000 per kilo, jika dalam 10 sak anda menghasilkan 5 kg per sak. Maka keuntunganya adalah sebesar 500 ribu sekali panen. Harga 10 ribu adalah harga perkiraan minimum. Ada sedikit tips agar anda dapat memanenya setiap bulan. Yaitu dengan membagi menjadi 12 masa tanam. Jadi misal menanam 120 sak, anda menanam setiap 10 sak dengan rentan waktu satu bulan. Hasilnya saat panenya nanti dapat dilakukan setiap bulan. Yang lebih penting adalah pemasaran dari produk jahe merah ini. Pemasaran dilakukan dengan menjualnya ke tengkulak, pasar atau bisa juga dengan memanfaatkanya untuk membuat produk jahe merah sendiri. Contohnya anda bisa menjual dalam bentuk minuman STMJ jahe merah. Sehingga tidak perlu bingung lagi dalam memasarkanya. Dengan begini usaha budidaya jahe merah tidak merugi.

Tags: #Usaha Sampingan