Budidaya Lele Kolam Dengan Terpal Yang Menghasilkan

258 views

Lele merupakan komoditas yang banyak digeluti oleh petani indonesia. Alasanya ikan air tawar ini memiliki pasar yang menjanjikan. Selain nilai ekonomisnya yang tinggi cara pembudidayaanya bisa dibilang cukup gampang. Pembudidayaan lele memiliki banyak metode, salah satunya ternak lele menggunakan kolam terpal yang akan saya bahas disini.

Teknik budidaya lele kolam terpal banyak dipilih oleh beberapa petani.  Karena teknik budidaya ini memiliki beberapa kelebihan dan kemudahan dibanding dengan cara budidaya lain.

Ikan Lele

Kelebihan Memelihara Lele pakai Kolam Terpal

Hemat Lahan

Dalam budidaya lele kolam terpal kita hanya memerlukan lahan sekitar 3 x 5 meter, tergantung besar terpal yang digunakan. Beda dengan kolam konvensional yang butuh lahan yang luas. Tidak harus di tanah, bahkan ada beberapa pembudidaya meletakkanya di atas rumah (Atap terbuat dari cor).

Flexibel

Karena kolam bukan dari semen sehingga dapat dibongkar dan dipasang sesuai kebutuhan. Serta dalam pebuatanya hanya butuh waktu 4-5 jam. Beda dengan kolam semen yang butuh berhari – hari. Dan jika tidak dipakai kolam dapat dibongkar dan disimpan untuk digunakan lain waktu.

Biaya pembuatan murah serta lele tidak berbau lumpur

Biaya pembuatan bisa diminimalisir dengan adanya kolam terpal ini. Anda hanya perlu membeli terpal dan kayu sebagai bahan kolam. Yang kebanyakan petani bisa mendapatkan kayu secara gratis di kebun mereka. Selain itu kolam terpal memiliki kebersihan lebih baik dari pada kolam semen.
Sehingga lele yang dihasilkan tidak berbau lumpur.

Proses Pembuatan Kolam Terpal

Kolam Terpal

Kolam Terpal

Pemilihan Bahan

Karena berhubungan dengan air pilihlah bahan terpal kualitas super atau jika tidak ada bisa pakai kualitas A. Memang sedikit mahal namun akan meminimalisir biaya penggantian bahan yang rusak. Jika ada, pilih terpal yang memiliki ketebalan sekitar 2mm atau kira – kira cukup kuat untuk menahan air. Jenis terpal ini biasa disebut terpal tenda atau terpal kaca tebal.  Untuk kayu atau bambu pilihlah kayu yang typenya keras agar tidak mudah lapuk. Lebih bagusnya lagi anda menggunakan papan kayu sebagai penyangga dinding luar karena lebih kokoh dibanding dengan kayu atau bambu.

Proses Pembuatan Kolam

Pertama pilihlah tempat yang datar dan bersih dari benda tajam seperti pecahan kaca dan lain – lain. Kemudian bersikan terlebih dahulu tempat yang akan dipasangi kolam. Diutamakan memilih tempat yang dekat dengan sumber air. Setelah lahan bersih buat kerangka kolam dengan kayu, buat sekokoh mungkin. Luas kolam kira 4 x 5 m, jangan lebih dari 6m karena dikawatirkan terpal tidak kuat menahan debit air. Taruh 2 tumpukan terpal diatas kerangka kemudian ikat pada pinggir sampai benar – benar kuat.

Sebelum dipakai tes dahulu kolam yang sudah anda buat. Isi air 3 / 4 kolam, lihat apakah ada yang bocor pada bagian terpal. Diamkan satu sampai dua jam, gunanya untuk mengetahui kekuatan dari kolam ini sendiri. Setelah dirasa cukup bibit lele siap di masukkan. Untuk Satu Kolam biasanya diisi 1000 ekor ikan lele.

Perawatan Ikan Lele

Lele memiliki sifat alami sebagai kanibal oleh karena itu anda tidak boleh telat memberi makan. Untuk sehari disarankan memberi makan sebanyak 5 kali. Kalau anda mampu paling bagus menggunakan pakan full pelet. Atau bisa juga di mix menggunakan ayam tiren atau keong. Kira – kira sehari diberi makan pelet 3 x dan makanan tambahan 2x. Perlu diingat lele aktif di malam hari, jadi usahakan memberi makan banyak pada malam harinya. Untuk meminimalisir lele memakan temanya.

Tags: #Budidaya